Copywriting adalah teknik penulisan persuasif yang biasa digunakan dalam aktivitas pemasaran, terutama dalam periklanan.

Teknik tersebut dapat Anda pelajari dengan mudah, hanya memerlukan latihan agar menjadi ahli dalam membuatnya.

Copywriting pada dasarnya memiliki struktur sederhana, yaitu AIDA. Singkatan dari Attract, Interest, Desire, Action. Berikut penjelasannya.

Attract

Berisi susunan kalimat yang membuat audien terdiam sejenak. Bisa berupa kalimat ajakan, perintah, pertanyaan, atau sesuatu yang mengagetkan.

Bagian ini merupakan bagian penting, dalam penulisan biasa disebut sebagai Headline. Tujuannya agar menarik perhatian pembaca.

Headline juga dibuat singkat, idealnya 3 hingga 10 suku kata.

Jika ingin mencari contoh headline yang bagus caranya mudah, ketika Anda sedang browsing atau berselancar di media sosial, dan ada headline yang menarik perhatian, maka bisa dikatakan itu adalah headline yang bagus.

Interest

Bagian ini membuat audien semakin tertarik untuk membaca, ditempatkan setelah headline dengan aksen lebih kuat dibanding bodycopy.

Tujuannya adalah membuat audien membaca tulisan Anda sampai selesai. Biasanya tersusun kalimat yang membuat penasaran atau nyaman untuk dibaca.

Kalimat yang biasa digunakan berupa salam perkenalan, latar belakang masalah, atau alasan untuk membaca sampai selesai.

Pastikan ketika membuat bagian interest tidak begitu panjang, cukup satu kalimat. Jika terdiri dari banyak kalimat, bisa gunakan poin poin.

Desire

Jika sebuah cerita memiliki klimaks, maka dalam Copywriting dasar, desire adalah klimaksnya. Membuat pembaca siap melakukan yang diperintahkan.

Kata kata yang tersusun pada bagian ini menjabarkan tujuan dari copywriter, jika dalam penjualan biasanya manfaat atau deskripsi produk.

Pada bagian ini Anda bebas menginformasikan pesan apapun selama itu relevan dan tetap menarik untuk terus dibaca. Tentunya dapat mengangkat hasrat pembaca berdasarkan tujuan Anda.

Action

Ya, ini adalah goal dari Copywriting Anda. Keberhasilan copywriting bisa dilihat dari perbandingan total yang bertindak dengan total pembaca.

Pada bagian Action, berisi susunan kalimat yang mengjak pembaca melakukan sesuatu. Semakin banyak yang bertindak tentunya semakin bagus tulisan Anda.

Pada copywriting penjualan misalkan, diakhiri dengan “dapatkan sekarang sebelum kehabisan” atau “hanya berlaku hari ini, beli sekarang” dsb. Kalau copywriting pada media sosial “jika sependapat, silahkan like”.

Cara menulis tindakannya tergantung dari tujuan Anda.

Agar Konversi Lebih Banyak

Pada bagian action saya jelaskan mengenai keberhasilan copywriting yang dilihat dari perbandingan total yang bertindak dengan total pembaca, atau bahasa kerennya adalah tingkat konversi.

Misalkan ada 100 pembaca dan yang bertindak adalah 10 orang, maka tingkat konversinya 10% (10/100).

Tingkat konversi wajar paling tinggi adalah 5%. Sedikit memang namun faktanya demikian, jika copywriting Anda biasa saja.

Agar tingkat konversi tinggi maka skill copywriting Anda perlu dilatih dengan teknik teknik NLP, Hipnowriting atau metode metode penulisan iklan tingkat lanjut yang bisa dipelajari dari Agency periklanan besar.

Selain skill, Anda juga wajib paham siapa pembacanya. Bagaimana profil mereka, gaya penulisan apa yang kira kira disukai. Anda bisa pelajari tentang buyer persona atau segmentasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau pendapat lain tentang teknik copywriting pemula, silahkan komen dibawah ya.

Pin It on Pinterest

Share This