Cara Memasarkan Produk Makanan Yang Bikin Laris

Mei 29, 2019 | Bisnis Online, Media Sosial, Online Advertising

Bisnis kuliner memang saat ini sedang menjamur, terutama di Indonesia. Jelas karena Indonesia kaya akan budaya yang secara tidak langsung mempengaruhi ciri khas kuliner di suatu daerah.

Seiring berkembangnya bisnis kuliner, banyak pelaku bisnis tersebut saling mengembangkan cara cara kreatif terutama cara memasarkan produk makanan, baik yang sudah besar maupun masih rumahan.

Banyak cara yang bisa dilakukan, namun kembali lagi kepada kemampuan bisnis tersebut untuk mengeksekusinya. Jika perusahaan, maka anggaran pemasaran jutaan bukan masalah, tapi jika masih baru, maka perlu mencoba cara promosi gratis yang juga akan saya bagikan disini.

Namun ada yang perlu diperhatikan, bahwa promosi merupakan salah satu cara memasarkan produk makanan, ada aspek lain seperti kualitas produk, penetapan harga dan sebagainya. Bayangkan, promosi sudah totalitas tapi kualitas layanan kurang bagus, maka biaya promosi yang sudah dikeluarkan sia-sia.

Maka dalam memasarkan produk kuliner, perlu memperhatikan aspek pemasaran secara menyeluruh. Setelah membaca artikel ini, maka Anda bisa segera mengevaluasi aspek aspek yang saya jelaskan dan membenahinya supaya bisnis tumbuh optimal.

Cara Memasarkan Produk Makanan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aktivitas pemasaran tidak hanya promosi, namun juga bagaimana kita menentukan sasaran pasar, menjaga kualitas produk, menetapkan harga, memilih yang strategis, mempermudah proses, meningkatkan pelayanan, dan membenahi penampilan.

Tentukan Dulu Target Pasarnya

Sebagian besar pebisnis pemula yang saya temukan, kita saya tanyakan tentang siapa target marketnya, jawabannya adalah semua orang. Jika Anda juga memiliki jawaban yang sama, sebaiknya segera bertobat. Hehe.

Padahal semua orang belum tentu bisa makan makanan yang dibuat. Seperti, ada penderita penyakit tertentu yang harus menjaga makanannya bisa menjadi market Anda atau bukan. Seperti lainnya juga, ada yang ingin makan makanan “bersih” untuk program dietnya, mereka bisa menjadi market Anda atau tidak.

Dengan mengetahui dengan jelas siapa konsumen Anda, bagaimana karakteristiknya, itu akan membantu Anda memutuskan bagaimana cara memasarkannya. Jika tidak jelas, maka yang terjadi adalah kebingungan, semua yang bisa dimasak Anda masak, akhirnya bahan baku terbuang tidak terkontrol.

Untuk menentukan sasaran pasar, Anda bisa tentukan dari segi usia, pendapatan, tingkat sosial, dan pekerjaan. Anda bisa mempelajari segementasi dan targeting.

Jaga dan Tingkatkan Kualitas Produk

Di bisnis kuliner, enak saja tidak cukup, harus enak banget. Karena kalau enak saja, mending masak sendiri, ya kan?

Maka untuk memastikan masakan Anda selalu enak banget, harus rajin meminta pendapat konsumen tentang rasa dan kualitas makanan. Walaupun terkadang ada konsumen yang “cerewet”, itu adalah rasa kepedulian mereka terhadap bisnis Anda.

Dengan terus melakukan perbaikan produk makanan, maka nantinya Anda akan menemukan sebuah “resep rahasia” yang membuat cita rasa khas. Tentunya itu menjadi nilai jual tambahan.

Melengkapi produk makanan dengan legalitas juga penting, seperti BPOM, Halal MUI dan sebagainya. Itu semua untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Harga Murah Belum Tentu Laris

Cara memasarkan produk makanan juga berkaitan dengan penetapan harga. Selain menargetkan semua orang, pebisnis pemula juga selalu menetapkan harga murah sebagai “alat perang”. Padahal menetapkan harga murah belum tentu laris, karena murah atau mahal itu relatif, persepsi semata.

Maukah Anda membeli sepatu Nike original seharga Rp50.000? Sebelum memutuskan mungkin Anda akan bertanya tanya, apa benar itu merek Nike asli. Ya kan? Hampir sama ketika Anda menjual makanan yang terlalu murah, market akan bertanya tanya, apakah makanannya aman?

Kembali lagi, siapa sasaran pasar Anda. Jika lebih memilih kenyang dibanding gaya, maka harga murah mungkin bisa menjadi daya pikat. Namun sebelum terburu buru untuk setuju, ada tiga cara yang bisa digunakan untuk menetapkan harga.

Pertama, menetapkan harga berdasarkan biaya yang digunakan. Jika biaya yang digunakan Rp5.000, maka harga yang ditetapkan ditambah 50% dari biaya, menjadi Rp7.500. Contohnya menetapkan harga sate kambing lebih mahal disbanding sate ayam dengan porsi yang sama.

Kedua, menetapkan harga bersarakan persaingan. Ini yang paling sering menjadi jebakan persaingan berdarah darah, berlomba lomba memberikan harga termurah. Tidak masalah jika ingin menekan biaya untuk mendapatkan harga yang lebih murah dibanding pesaing, namun jangan sampai mengorbankan kualitas produk.

Ketiga, menetapkan harga berdasarkan nilai yang didapat konsumen. Dengan penetapan ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dibanding dua cara sebelumnya. Agar bisa menetapkan harga ini, Anda harus meningkatkan nilai yang diberikan kepada konsumen. Nilai tersebut bersifat nonfisik, seperti rasa aman, penerimaan, penghargaan hingga jati diri.

Khusus cara ketiga, Anda mungkin perlu belajar membangun brand agar terhindar dari persaingan harga.

Tempat dan Saluran Distribusi Strategis

Di era digital, menetukan tempat strategis tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga online. Prinsipnya tetap sama, cari yang banyak traffic-nya.

Jika tempat Anda berjualan dirasa kurang strategis, sepi pengunjung dan berada diperumahan, maka perlu memaksimalkan media online sebagai tempat strategisnya.

Jadi tempat tersebut tidak hanya menampilkan produk Anda, namun sebagai media untuk menyalurkan atau mendistribusikannya.

Di internet, media sosial, website dan marketplace merupakan tempat yang bisa digunakan. Anda sebaiknya bisa memiliki ketiganya.

Pastikan media yang Anda pakai memiliki traffic atau kunjungan. Contoh marketplace untuk kuliner adalah Go Food dan Grab Food. Ya, saya mengatkaan mereka marketplace karena disanalah pasar kuliner berkumpul.

Anda juga bisa membuat traffic sendiri melalui media sosial dan website, bagaimana caranya ada di artikel teknik pemasaran online.

Teknik Promosi Untuk Bisnis Kuliner

Setelah Anda tau siapa sasaran pasarnya, produk yang memang disukai, harga yang pas dan tempat strategis di internet, kini saatnya menentukan bagaimana mempromosikannya, atau memberi tau pasar bahwa Anda ada.

  • Pasang Iklan di Internet. Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan jangkauan pasar lebih luas dengan menggunakan iklan. Anda bisa beriklan di Facebook dan Google. Syaratnya adalah, Anda harus memiliki “tempat” terlebih dahulu.
  • Gunakan Media Sosial. Media sosial bisa digukan untuk mempromosikan produk dan menjalin ikatan dengan konsumen, sehingga mereka tau bahwa bisnis Anda masih berjalan.
  • Undang Microinfluencer. Jika Anda ingin mendapatkan hati anak anak muda, tak ada salahnya membuka kesempatan bekerja sama dengan para microinfluencer. Seorang selebgram yang memiliki jumlah follower 5.000 s.d 10.000.
  • Buat Komunitas Pelanggan. Selain aktif di media sosial, Anda juga perlu memiliki “club” sendiri untuk menjaga loyalitas pelanggan. Komunitas yang dibuat bisa satu arah, saling interaksi, atau antar anggota saling berkolaborasi.
  • Bekerja Sama Dengan Perusahaan. Jika ingin meningkatkan omzet berkalilipat, bekerja sama dengan perusahaan lain dengan menyediakan layanan catering merupakan salah satu cara terbaik. Selain perusahaan, Anda juga bisa menyediakan catering untuk event. Jika memiliki SDM yang cukup tentunya.

Selain lima butir ini, Anda bisa pelajari lagi lainnya, karena ada banyak sekali teknik promosi untuk meningkatkan penjualan.

Cara Memasarkan Produk Makanan Bagian Satu

Ya, ini merupakan bagian satu yang baru bisa saya sampaikan. Masih ada tiga lagi cara memasarkan produk makanan. Tiga lainnya akan saya bagikan di bagian dua.

Jika Anda pernah belajar pemasaran, mungkin pernah dengan bauran pemasaran? Jika pernah, maka yang saya jelaskan ini berdasarkan konsep bauran pemasan dengan menyesuaikan karakteristik bisnis.

Jika belum pernah, maka Anda bisa pelajari kembali, atau jika ada pertanyaan atau pendapat lain terkait artikel ini, silahkan komentar dibawah.

Pin It on Pinterest

Share This